EDUKASI DAN PELATIHAN PENGOLAHAN MINYAK JELANTAH MENJADI LILIN AROMATERAPI SEBAGAI PRODUK UMKM DI DUSUN TROSARI GUNUNGKIDUL
Abstrak
Pengelolaan limbah rumah tangga, khususnya minyak jelantah, masih menjadi permasalahan lingkungan di wilayah pedesaan. Minyak jelantah yang dibuang secara sembarangan berpotensi mencemari tanah dan air, sehingga diperlukan upaya pengelolaan yang produktif dan berkelanjutan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi serta pelatihan pengolahan minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi sebagai produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Dusun Trosari, Gunungkidul. Kegiatan dilaksanakan di Balai Dusun Trosari pada pukul 13.00–15.00 WIB dan diikuti oleh 25 ibu-ibu RT 20. Metode yang digunakan adalah edukatif-partisipatif melalui pemaparan materi, demonstrasi, dan praktik langsung pembuatan lilin dengan komposisi minyak jelantah dan stearin perbandingan 1:1, penambahan pewarna serta essential oil, dan proses pencetakan hingga pembekuan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta mengenai dampak lingkungan minyak jelantah dan peluang pemanfaatannya sebagai produk bernilai ekonomi. Secara keterampilan, peserta mampu mempraktikkan proses pembuatan lilin aromaterapi secara mandiri dan menghasilkan produk yang layak digunakan maupun dipasarkan. Antusiasme dan partisipasi aktif peserta selama kegiatan menjadi indikator keberhasilan pelatihan. Kegiatan ini membuktikan bahwa pengolahan minyak jelantah berbasis praktik langsung efektif dalam meningkatkan kesadaran lingkungan sekaligus membuka peluang usaha rumahan yang berkelanjutan. Dengan demikian, program ini berpotensi dikembangkan sebagai model pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis pengelolaan limbah rumah tangga di tingkat dusun.