EDUKASI PENGELOLAAN SAMPAH ORGANIK DAN ANORGANIK DI BALAI DUSUN TROSARI GUNUNGKIDUL
Abstrak
Permasalahan sampah rumah tangga yang belum terkelola secara optimal masih menjadi tantangan di berbagai wilayah pedesaan, termasuk di Dusun Trosari, Kabupaten Gunungkidul. Rendahnya pemahaman masyarakat mengenai perbedaan sampah organik dan anorganik berdampak pada kebiasaan membuang sampah tanpa pemilahan sejak sumbernya. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pemuda Karang Taruna Trosari dalam melakukan pemilahan sampah organik dan anorganik melalui pendekatan edukasi partisipatif. Metode pelaksanaan dilakukan melalui penyampaian materi, diskusi interaktif, serta demonstrasi langsung pemilahan sampah yang dilaksanakan di Balai Dusun Trosari dengan jumlah peserta sekitar 20 orang. Kegiatan berlangsung selama 90 menit, dimulai pukul 16.00 hingga 17.30 WIB. Selain edukasi, dilakukan pula pemberian dua wadah sampah terpisah sebagai sarana implementasi pemilahan di lingkungan dusun. Evaluasi dilakukan secara deskriptif melalui observasi partisipasi dan kemampuan peserta dalam mengidentifikasi serta memisahkan sampah sesuai kategori. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai karakteristik sampah organik dan anorganik, yang ditunjukkan melalui kemampuan menjawab pertanyaan evaluatif dan praktik pemilahan dengan tepat. Pendekatan edukasi yang disertai praktik langsung serta dukungan fasilitas sederhana terbukti efektif sebagai langkah awal membangun kesadaran lingkungan di tingkat komunitas. Meskipun demikian, keberlanjutan perubahan perilaku memerlukan pendampingan lanjutan dan evaluasi jangka panjang. Kegiatan ini berkontribusi pada penguatan model edukasi lingkungan berbasis komunitas yang aplikatif dan kontekstual di tingkat dusun, serta dapat menjadi rujukan bagi program pengabdian masyarakat serupa dalam upaya membangun budaya pengelolaan sampah yang berkelanjutan.